Jumat, 30 Januari 2009

SI "LUGU"

Alkisah ada sebuah keluarga tinggal di suatu kota yang penduduknya sangat majemuk di kota itu. Sampai-sampai bisa dikatakan kota tersebut dinamakan “kota cuek”. Di sana terdapat seorang Ibu. Sang Ibu bisa dikatakan sangat polos juga jujur dalam melakukan segala sesuatunya. Dia mempunyai seorang suami dan empat (4) pasang anak, terbagi dua (2) orang perempuan dan dua (2) orang laki-laki. Ada hal lucu terjadi diantara buah hatinya tersebut.Yang seharusnya menjadi panutan atau contoh lebih dewasa semestinya adalah para kakak perempuannya dibandingkan para adik laki-lakinya. Karena mereka lebih tua, sekaligus duluan lahir ke dunia ini. Walaupun sudah seperti itu, masing-masing buah hati Sang Ibu mempunyai karakter berbeda-beda. Tetapi secara garis besar dapat disimpulkan, paling berpikir dalam menjalankan kehidupan dalam keluarganya ialah satu-satunya anak lelaki dewasanya, dibandingkan dengan saudaranya yang lain.

Meskipun seperti itu, dan bahkan mungkin Sang Ibu pun Tahu akan hal itu. Ia tetap saja menutup matanya, juga kerap kali tidak tepat dalam memutuskan suatu permasalahan bila ada terjadi suatu konflik diantara anak-anaknya. Seperti kelihatan “tebang pilih” kejadian ini pun sangat membuat kesal ditambah kecewa mendalam oleh salah seorang anaknya laki-laki paling dewasa.

Timbullah pertanyaan dalam benak si anak terkecewakan itu, oleh sikap Sang Ibu, “apa ya, yang ada dalam pikiranku Ibuku?”
“apakah tak berpikirikah dia, bahwa ia selalu mengambil tindakan tak tepat. Bahkan membuat salah satu anaknya kecewa, terlebih lagi aku semakin kesal bukan kepalang akibat sikapnya yang tebang pilih!” ujar si anak terkecewakan itu, penuh dengan guratan lipat di jidatnya karena terus memikirkan pertanyaannya mengenai ulah Sang Ibu. Jelang beberapa saat kemudian dalam proses berpikirnya dan berharap dapat menemukan jawaban oleh pertanyanyaanya, mengapa Sang Ibu bisa berbuat seperti demikian?
Tiba-tiba,,,
Datanglah bisikan antara Iblis atau Malaikat bebisik, “Ibumu itu lugu, maka panggillah ia Si Lugu.....!”
Wow,, sontak terkejut si anak mendengar bisikan tadi, kemudian berkata, “ku aminkan semua itu, jika saja itu adalah benar. Karena Sang Ibu merupakan seorang yang lugu dalam bertindak, bukan karena ia memang “tebang pilih” dalam mendidik anaknya.” Ujar si anak penuh dengan harapan tinggi.

Tidak ada komentar: