Senin, 06 April 2009

Lain di Mulut,, Lain Pula Tindakan

Bila saja Ki Hajar Dewantara masih hidup sampai sekarang tentu beliau sangat kecewa. Kenapa dapat dikatakan seperti itu. Karena zaman sekarang para pendidik kredibilitasnya sungguh harus dipertanyakan, kenapa? Banyak sudah guru, dosen, pengajar lainnya. Memalukan dalam mendidik para muridnya baik dari segala tingkat dimulai dari SD, SMP, SMA bahkan ke perguruan tinggi pun.

Semestinya seorang guru selain pintar serta cerdas haruslah menggunakan hati nuraninya dalam mengajar. Dewasa ini sangat jarang sekali ada guru juga dosen seperi di atas. Banyak yang hanya punya nama guru saja, isinya, kualitas sebagai guru dan hati nuraninya sudah mati.

Penulis mengalami hal yang sama juga terhadap "guru-guru lucu" ini. Lebih parahnya lagi Si Guru ini, meluluskan para muridnya seenak hati dia saja. Bahkan seperti judi cabut tali, mana yang ditarik dia yang keluar. Tentunya gaya pendidikan dilakukan oleh guru seperti tadi, sangat berbahaya bagi masa depan bangsa. Karena memang Sang guru tersebut tak sesuai meluluskan murid yang telah mengikuti mata kuliahnya. Lebih parah lagi guru tersebut selalu berbicara sangat arif dan bijak terhadap muridnya.

Penulis sangat ingat dengan petuah Sang guru, "bila ada nilai yang tak sesuai temui saya, beserta bukti yang ada, bahwa nilai kalian memang tidak seperti itu, supaya saya ganti dengan nilai sesuai." Kenyataan yang terjadi adalah
lain di mulut, lain pula ditindakan,,,
Nasib,,,Nasib,,,

Tidak ada komentar: