Habis gelap terbitlah terang itulah sebuah kata terkenal yang diucapkan oleh R.A Kartini diperuntukkan bagi sebuah emansipasi para wanita di Indonesia. Dan penulis pun ingin meminjam kata mutiara tersebut untuk mengenai permasalahan Bapak pemberantas korupsi di Indonesia, yaitu Antasari Azhar. Kasus yang sedang menimpa Ia untuk sekarang ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh masyarakat dan banyak media mengekspos kasus ini, bahkan banyak melakukan spekulasi menyorot kasus menimpa Antasari Azhari. Kenapa Antasri sekarang sangat heboh dibicarakan? karena ia terlibat dalam pembunuhan pengusaha Nasarudin. Kemudian ia tertuduh sebagai otak dalam perencanan pembunuhan itu.
Dalam pengusutan kasus berlangsung sekarang ini, sudah banyak tersangka yang tertangkap polisi. Tetapi ada suatu hal yang kurang rasanya tak perlu untuk terlalu diekspos para awak media, yaitu mengenai hubungan Antasari dengan caddy cantik Rani. Kenapa penulis mengatakan seperti itu, dikarenakan itu belum tentu benar adanya. Sehingga media kita kurang cerdas dalam memandang kasus Antasari ini. Pun kelihatan seperti media gossip. Belum tentu benar suatu hal terjadi, terus digembar-gemborkan. Semestinya lebih kritis dan tajam dalam memberikan analisis mengenai pembunuhan Nasarudin. Tak melulu mengenai permasalahan asmara Antasari dengan Rani sang caddy cantik tersebut.
Sehingga kasus ini berjalan di tempat saja, tak bergerak sama sekali. Siapakah sesungguhnya orang di balik peristiwa pembunuhan Nasarudin? atau jangan-jangan ini permainan seseorang yang tak menyukai seorang Antasari karena sering menangkap para koruptor busuk kerjanya hanya memakan uang rakyat. Bisa juga sebagai isu supaya masyarakat kita tak mengetahui bagaimana perkembangan rekapitulasi perhitunga suara untuk pemilu legislatif dan permasalahan daftar pemilih tetap belum juga kunjung usai. Atau apa sajalah, secara garis besar merupakan suatu pembalasan kepada seorang Antasari.
Penulis pun berharap semoga kasus menimpa Bapak Antasari Azhari,
Habis Gelap Terbitlah Terang.
Amin,,,,
Hidup KPK
Mati para Koruptor,,,
Dalam pengusutan kasus berlangsung sekarang ini, sudah banyak tersangka yang tertangkap polisi. Tetapi ada suatu hal yang kurang rasanya tak perlu untuk terlalu diekspos para awak media, yaitu mengenai hubungan Antasari dengan caddy cantik Rani. Kenapa penulis mengatakan seperti itu, dikarenakan itu belum tentu benar adanya. Sehingga media kita kurang cerdas dalam memandang kasus Antasari ini. Pun kelihatan seperti media gossip. Belum tentu benar suatu hal terjadi, terus digembar-gemborkan. Semestinya lebih kritis dan tajam dalam memberikan analisis mengenai pembunuhan Nasarudin. Tak melulu mengenai permasalahan asmara Antasari dengan Rani sang caddy cantik tersebut.
Sehingga kasus ini berjalan di tempat saja, tak bergerak sama sekali. Siapakah sesungguhnya orang di balik peristiwa pembunuhan Nasarudin? atau jangan-jangan ini permainan seseorang yang tak menyukai seorang Antasari karena sering menangkap para koruptor busuk kerjanya hanya memakan uang rakyat. Bisa juga sebagai isu supaya masyarakat kita tak mengetahui bagaimana perkembangan rekapitulasi perhitunga suara untuk pemilu legislatif dan permasalahan daftar pemilih tetap belum juga kunjung usai. Atau apa sajalah, secara garis besar merupakan suatu pembalasan kepada seorang Antasari.
Penulis pun berharap semoga kasus menimpa Bapak Antasari Azhari,
Habis Gelap Terbitlah Terang.
Amin,,,,
Hidup KPK
Mati para Koruptor,,,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar